....MGMP Prakarya/Keterampilan Kab. Kebumen menciptakan generasi yang kreatif, inovatif dan mandiri....

Minggu, 31 Juli 2016

Pendidikan Kecakapan Hidup Melalui Pelajaran Prakarya/Keterampilan

Produk olahan non beras siswa SMP PGRI Sempor - Kebumen
Mata Pelajaran Prakarya dapat digolongkan ke dalam pengetahuan transcience-knowledge, yaitu mengembangkan pengetahuan dan melatih keterampilan kecakapan hidup berbasis seni dan teknologi. Pembelajaran ini berawal dengan melatih kemampuan ekspresi-kreatif untuk menuangkan ide dan gagasan agar menyenangkan orang lain, dan dirasionalisasikan secara teknologis sehingga keterampilan tersebut bermuara apresiasi teknologi terbarukan maupun kearifan lokal, hasil yang ergonomis serta aplikatif dan ekosistem dalam memanfaatkan lingkungan sekitar.
Pemanfaatan limbah menjadi produk kerajinan
oleh siswa SMPN 3 Kutowinangun - Kebumen
        Dalam kehidupan dan berkehidupan, manusia membutuhkan keterampilan tangan untuk memenuhi standar minimal dan kehidupan sehari-hari sebagai kecakapan hidup. Keterampilan harus menghasilkan karya yang menyenangkan bagi dirinya maupun orang lain serta mempunyai nilai kemanfaatan yang sesungguhnya, untuk itu pelatihan berkarya dengan menyenagkan harus dimulai dengan memahami estetika (keindahan) sebagai dasar penciptaan karya selanjutnya.
Dalam rangkaian menemukan karya yang bermanfaat dilatihkan mencipta, memproduksi dan memelihara yang ada kemudian memperoleh nilai kebaruan (novelty) sehingga bermanfaat untuk kehidupan selanujutnya.
Produk kerajinan Bross
dari siswa SMPN Poncowarno - Kebumen
            Prinsip mencipta, yaitu memproduksi dan mereproduksi diharapkan meningkatkan nilai sensibilitas terhadap kemajuan jaman sekaligus mengapresiasi teknologi kearifan lokal yang telah mampun mengantarkan manusia Indonesia mengalami kejayaan pada masa lalu. Oleh karenanya, pembelajaran Prakarya di tingkat sekolah lanjutan pertama didahului dengan wawsan keteknologian hasil kearfian lokal menuju teknologi terbarukan.
Produk olahan oleh siswa SMPN 1 Ambal - Kebumen
            Pelatihan dimulai dengan memahami fakta, prosedur, konsep maupun dalil yang ada melalui studi perorangan, kelompok maupun projektif agar memberi dampak kepada pendidikan karakter yang berupa kecerdasan kolektif. Hasil pembelajaran melalui eksplorasi alami maupun artifisial ini akan memanfaatkan sebagai media sekaligus bahan pelajaran, sehingga berdasarkan nilai ekosistem dan keberlajutan materialnya.
    Atas dasar seperti tersebut di atas, MGMP Prakarya/Keterampilan Kab. Kebumen merasa terpanggil untuk menciptakan peserta didik yang mempu memanfaatkan kearifan lokal khususnya di wilayah Kab. Kebumen untuk bersaing ditingkat global atau setidak – tidaknya peserta didik mempunyai keterampilan hidup (life skill) yang dapat berguna bagi dirinya dan orang lain.

            



Sabtu, 30 Juli 2016

SILATURAHIM MGMP PRAKARYA/KETERAMPILAN

MGMP Prakarya/Keterampilan SMP se Kab. Kebumen telah melaksanakan kegiatan silaturahim. Disamping sebagai ajang saling beramah - tamah, kegiatan tersebut juga sekaligus sebagai koordinasi menjelang tahun pelajaran 2016/2017 dimana pada tahun pelajaran tersebut di Kab. Kebumen masih menggunakan dua kurikulum yaitu KTSP dan K.13

Download :

Kegiatan Silaturahmi MGMP Prakarya/Keterampilan









KEMENDIKBUD : Program Sertifikasi Akan Dihapuskan Dan Diganti Dgn Resonansi Financial

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo secara resmi telah mengumumkan pergantian menteri di Kabinet Kerja. Satu posisi yang mengalami pergantian yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Anies Baswedan kini digantikan oleh Muhadjir Effendy. Pria kelahiran 29 Juli 1956 meraih gelar sarjana di IKIP Malang pada 1982. Salah satu visi Muhajir adalah meniadakan program Sertifikasi bagi guru baik PNS maupun bukan PNS dikarenakan dianggap membuang-buang uang negara saja. Pelatihan guru yang memakan banyak biaya dan tidak sinkron dengan hasil yang diharapkan rencananya dihapus mulai bulan Agustus tahun 2016 ini. Ke depan guru tidak perlu pelatihan ataupun sertifikasi lagi, karena sudah diganti dengan program baru yang disebut RESONANSI FINANCIAL. Siapapun yang berstatus guru akan langsung diberikan tunjangan cukup dengan melampirkan tanda bukti atau surat keterangan bahwasanya ia benar-benar seorang guru maka tanpa melewati proses pelatihan ini dan itu seperti sertifikasi ataupun UKG guru tersebut namun langsung mendapatkan tunjangan profesi secara otomatis dan berkala. Luar biasa, inilah misi hebat dari mentri pendidikan baru kita. Semua guru tentu semakin berbahagia dan sukses dalam profesinya, semoga terwujud!! Pesan Pertama Prof Muhajir Effendy sebagai Mendikbud: Guru adalah kunci kesuksesan pendidikan generasi penerus. Karena itu guru harus benar-benar cakap, kompeten dan profesional dalam melaksanakan tugas mendidiknya. Untuk itu seharusnya guru datang dari kelompok warga bangsa yang cerdas, punya idealisme, berpandangan luas, dan dedikasi yang tinggi. Pemerintah berkewajiban mengembangkan iklim kerja pendidik yang benar-benar kondusif dan inspiratif agar guru berkembang dan maju. Selama ini guru diperlakukan sama saja dengan pegawai yang lain seperti pegawai administrasi pada umumnya. Lebih buruk lagi iklim kerja yang hanya mendisiplinkan guru dengan menakut-nakuti dengan sanksi-sanksi seperti pencabutan tunjangan pendidik, hambatan kenaikan pangkat dsb., tidak mendidik dan tidak mendorong guru untuk maju. Iklim kerja seperti itu harus ditinggalkan karena hanya cocok untuk kuli tanam tebu jaman _kulturstelsel_ dan tidak mengundang putra-putra terbaik bangsa untuk menjadi guru. 
Sumber :  http://www.pilahberita.com 

Rabu, 13 Juli 2016

Undangan Rapat Penyusunan Program 2016/2017

MGMP Prakarya/Keterampilan mengundang Bapak/Ibu Pengampu Mapel Prakarya/Keterampilan SMP Negeri - Swasta se - Kab. Kebumen untuk hadir dalam kegiatan Penyusunan Program MGMP tahun 2016/2017.
Bagi yang belum menerima undangan secara langsung, undangan dapat diunduh disini
Kami menungggu kehadiran rekan - rekan semua.

Senin, 11 Juli 2016

Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2016/2017


Tahun pelajaran 2016/2017 akan segera dimulai pada tanggal 18 Juli 2016. Sebelum permulaan tahun pelajaran, kepala satuan pendidikan berkewajiban membuat program yang mencakup :

a. Rencana Kerja Satuan Pendidikan.
b. Kalender Pendidikan.
c. Perencanaan Pembelajaran.
d. Pelaksanaan Proses Pembelajaran.
e. Penilaian Hasil Pembelajaran.
f. Pengawasan Proses Pembelajaran.
g. Pedoman Pelaksanaan Penyelenggaraan Satuan Pendidikan.


Pedoman Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan meliputi :
  1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (yang digunakan).
  2. Struktur Organisasi Satuan Pendidikan.
  3. Pembagian Tugas Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
  4. Peraturan Akademik.
  5. Tata Tertib Satuan Pendidikan (Tata Tertib Pendidik, Tenaga Kependidikan dan PesertaDidik).
  6. Tata Tertib Pengaturan Penggunaan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Sedangkan guru atau pendidik, sebelum permulaan tahun pelajaran, berkewajiban membuat program yang mencakup :
a. Program tahunan dan program semester
b. Silabus
c. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Secara lengkap Suplemen Pedoman Penyusunan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2016/2017 dapat diunduh di www.pdkjateng.go.id

Rabu, 13 Agustus 2014

KI, KD dan Silabus Prakarya

Tahun Pelajaran 2014/2015 telah memasuki babak baru dalam dunia pendidikan. Dimana penerapan Kurikulum 2013 sudah harus dilaksanakan untuk kelas 7 dan 8 (tingkat SMP/Ts). Persiapan demi suksesnya K13 sudah dimulai dengan diklat bagi INNAS yang dilanjutkan dengan Diklat K13 bagi Guru Sasaran (GS) sampai dengan pemesanan Buku Siswa dan Buku Guru. Pada tahapan implementasi ternyata belum sepenuhnya bisa dipahami oleh sebagian guru yang menjadi ujung tombak suksesnya K13. Keengganan mengubah pola pikir (mind set) disinyalir menjadi salah satu faktor K13 menjadi seakan begitu terasa "berat". Pembelajaran dengan pendekatan saintific mengarahkan agar dalam proses pembelajaran senantiasa melaksanakan tahapan mulai dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan hingga mengkomunikasikan dan memang demikianlah "roh" dari proses pembelajaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah yang mencakup ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Dalam Kurikulum 2013, mata pelajaran Prakarya sebagai mata pelajaran baru yang masuk dalam kategori B (muatan lokal) yang sebetulnya merupakan metamorfosis dari mata pelajaran Keterampilan terbagi atas empat strand/aspek meliputi Kerajinan, Rekayasa, Pengolahan dan Budidaya, Sebagai pelajaran muatan lokal, tentu pelajaran Prakarya menjadi pelajaran yang cukup "unik" dimana setiap daerah/wilayah mempunyai potensi yang berbeda - beda.
Kurikulum 2013 memberikan KI, KD dan silabus yang harus dikembangkan oleh setiap sekolah dengan mempertimbangkan ketersediaan sarana dan prasarana, ketersediaan guru pengampu serta kearifan lokal disetiap wilayah.

Download :